Thursday, 29 December 2011

OROK

Cerpen
Oleh : Pirdaus Palawero

Aku lahir dari rahim seorang wanita yang tak menginginkan kelahiranku dan aku terlahir belum pada waktunya. Aku dilahirkan di dalam rumah yang jauh di dalam hutan. Aku dilahirkan dengan bantuan seorang nenek keriput berwajah garang yang selalu ringan tangan membantu pasiennya yang merupakan pasangan muda mudi yang tak mau menjadi ayah dan ibu terlalu dini, yang sudah barang tentu bantuannya tersebut di beri imbalan dengan harga yang menurut aku sangat mahal, bukan karena resiko meninggalnya Si pasien cukup besar, tapi apalah arti uang sebanyak itu bagi nenek keriput yang tinggal di tengah hutan? Bila dibandingkan besarnya tarif dengan resiko meninggalnya Si Pasien yang cukup besar, maka tarif yang diberikan Si Nenek keriput terbilang sangat mahal bila dibandingkan dengan tarif apabila ditangani oleh seorang
tenaga medis yang resiko meninggalnya Si Pasien terbilang cukup rendah. Namun yang membuat mereka memilih Si Nenek keriput adalah tidak adanya tenaga medis yang mau membantu mereka untuk melakukan aborsi karena mereka takut masuk penjara. Membantu pasien untuk melakukan aborsi tanpa adanya syarat secara medis yang mengharuskan pasien menggugurkan kandungannya merupakan perbuatan tindak pidana karena membantu seseorang untuk menghabisi nyawa Si Janin. Empat minggu yang lalu seorang bidan di proses di kepolisian karena ketahuan melakukan praktek aborsi. Bukan hanya tenaga medis yang diancam hukuman penjara tetapi juga kepada siapa saja yang membantu maupun yang dibantu melakukan aborsi. Tiga bulan yang lalu Mak Eja yang tinggal di pinggir kota ditahan polisi karena tertangkap basah membantu seorang wanita penghuni barak yang pernah ditempati wanita yang melahirkanku untuk melakukan aborsi. Bukan hanya Mak Eja tapi kedua pasangan muda mudi yang meminta digugurkan kandungannya juga ikut ditahan polisi. Hanya orang yang tidak berpikir panjang yang mau mengambil resiko seperti ini.Walaupun sudah jelas resikonya baik di dunia maupun di akhirat nanti namun hampir tiap minggu selalu saja ada pasangan muda mudi yang datang ke rumah si Nenek keriput untuk minta bantuan menggugurkan kandungannya. Mereka adalah pasangan muda mudi yang belum mengucapkan ikrar yang suci di depan penghulu, belum ada ikatan secara syah di mata agama. Pasangan muda mudi yang mengsalah artikan tentang cinta. Mereka beranggapan bahwa pasangan mereka tidak mencintainya apabila tidak ada ciuman di kening, tidak ada ciuman di bibir. Menganggap bahwa cinta sejati adalah cinta yang harus mengorbankan apa saja termasuk mahkota paling berharga dari seorang perempuan. Mereka telah terjerumus dalam cinta yang salah, cinta yang di tunggangi hawa nafsu birahi. Sejatinya cinta sejati adalah cinta yang tumbuh dan bersemi dalam suatu ikatan perkawinan yang suci, saling menyayangi dan saling melindungi. Kehamilan di luar nikah akibat pergaulan bebas yang didasari cinta yang ditunggangi nafsu birahi, tak sedikit akan berakhir di gubuk Si Nenek keriput. Ketidak siapan untuk menikah, takut dimarahi orang tua, tidak ingin aibnya diketahui orang banyak maka ia mengambil jalan pintas dengan menggurkan kandungannya. Aku berdiri di sudut beranda depan rumah Si Nenek keriput. Aku memperhatikan belasan orok yang sedang duduk di depan pintu. Bila dilihat sekilas orok-orok ini tampak sangat lucu dan menggemaskan namun bila ditatap lebih lekat maka akan terlihat kabut diwajahnya, wajah murung dengan tatapan sendu. Di wajahnya tersirat kesedihan yang teramat dalam karena tidak sempat memberikan sumbangsinya buat negara ini. Ia sedih karena tidak sempat berbuat untuk memberantas para koruptor yang merugikan negara yang berdampak pada rakyat kecil, mempecundangi manusia berwajah dua di kancah politik negara ini. Orok-orok tersebut sesekali menyeringai, namun aku tidak tahu kepada siapa seringai itu ia berikan. Terkadang mereka menangis sejadi-jadinya membuat para penghuni hutan ketakutan. Aku tidak tahu apa arti tangisannya itu, atau mungkin mereka sedang kehausan karena semenjak mereka keluar dari rahim ibunya mereka tidak pernah merasakan nikmatnya air susu seorang ibu. Aku juga pernah merasakan rasa haus itu, aku menangis, tapi sekarang tidak lagi karena percuma aku menagis, tidak ada yang perduli dengan dahagaku atau keinginanku untuk memiliki mainan layaknya seorang anak-anak yang dibelikan mainan oleh ibunya. Aku sedih bercampur amarah karena kami yang tidak berdosa ini harus menjadi korban dari manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab.Aku masih ingat jelas tujuh bulan yang lalu. Hari itu aku merasa ada yang meremas-remas dan mengurut-ngurut dengan kasar tubuhku. Aku menjerit kesakitan, namun tak ada yang mendengar jeritanku hingga akhirnya aku tak sadarkan diri. Dan ketika kutersadar aku mendapati diriku melayang-layang disamping seorang wanita yang terkapar berlumuran darah yang mungkin itu adalah ibuku. Ia mengalami pendarahan yang hebat. Si Nenek keriput pucat. Seorang laki-laki yang mungkin itu adalah ayahku sangat ketakutan, ia tidak tahu harus berbuat apa. Si Nenek keriput yang kehabisan akal untuk menghentikan pendarahan itu akhirnya menyuruh laki-laki yang memiliki moncong mirip anjing itu untuk membawa wanita berlumuran darah itu ke rumah sakit. Si laki-laki itu langsung bergegas membawa wanita itu menuju ke mobil. Aku mengikutinya. Ia mengendarai mobilnya bagai kesetanan. Sangat kencang. Sampai pada tikungan jalan ia tidak bisa mengendalikan mobilnya dan akhirnya meluncur terjun ke jurang. Tak ada yang tahu. Hanya aku dan sang penggurat takdir yang tahu kejadian ini.Mataku berkaca-kaca mengenang semua itu. Ada amarah yang berkobar-kobar di hatiku namun kepada siapa amarah ini aku tumpahkan. Sekarang aku dan orok-orok itu hanyalah sebentuk roh yang tidak dapat berbuat apa-apa. Kami hanya bisa pasrah menerima perlakuan manusia-manusia yang tak bertanggung jawab tersebut dengan tangis yang menyayat hati.Aku melemparkan pandanganku ke halaman. Dua muda mudi turun dari mobil menterengnya. Siapa lagi mereka ini yang ingin mengikuti jejak kedua orang tuaku. Batinku penuh amarah.
*** TAMAT ***

Saturday, 24 December 2011

KOST KU ISTANAKU - part 2

(PULKAM MEMICU KEPALA BUNTUNG)
sebuah catatan dari EVA FERBRIANY

Jum’at, 23 Desember 2011
Hari ini, hari puncak arus mudik anak-anak kost putri 165. Satu persatu anak-anak pamit untuk pulkam alias pulang kampung, dari pukul 6 pagi sudah ada yang heboh menyiapkan keberangkatannya, sampai anak-anak yang ga berangkatpun juga ikut heboh mengantarkan keberangkatan mereka, mba Arini pun tidak mau ketinggalan menyaksikan momen ini (hahaha...), dia rela pagi-pagi sekali ke kantor untuk absen duluan yang kemudian balik lagi ke kost untuk ikut mengantarkan keberangkatan mereka, hehe....begitu hebohnya pagi ini, semua ini tidak lepas dari rasa persaudaraa kami yang erat dan tidak lagi menganggap satu dengan yang lain sebagai teman tapi saudara.
Sebetulnya liburan ini bukanlah libur panjang seperti libur usai ujian akhir, ini hanya libur untuk menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru, sekaligus sebagai hari tenang untuk menghadapi ujian akhir tanggal 2 januari mendatang, namun bagitulah kebiasaan kami para mahasiswa, juga termasuk anak-anak kost putri 165, dimana ada libur, walaupun Cuma sebentar seakan tidak ingin di sia-siakan untuk sejenak berkumpul bersama keluarga di kampung, sekaligus menjenguk kampung halaman. Meskipun di tempuh dengan jarak yang cukup jauh, mereka rela melakukannya, bahkan ada yang hanya naik kendaraan roda dua dengan waktu tempuh hingga 8 jam di perjalanan, (memang jagoan anak-anak kost putri..hehe), ada juga yang barasal dari kabupaten Kotawaringin Barat, dan mereka harus menempuh perjalanan selama 12 jam menggunakan bis angkutan umum lintas kota dan provinsi, dan banyak juga yang menggunakan travel, jasa angkutan perjalanan, semuanya sesuai selera masing-masing dan kantong masing-masing..hehehe....
Namun, sayangnya tahun ini berbeda untuk ku, ku tereliminasi di jajaran mahasiswa yang pulang kampung..hehe..karena tahun ini aku ga pulang, sedih sich, apa lagi ngelihat anak-anak banyak yang pulkam, jadi iri rasanya...(hehehe...so’ mendramatisir)...
Sedih ku ternyata terbayarkan oleh kehadiran kepala buntung (eitz....jangan berfikir yang macam-macam dulu yach..) kepala buntung itu adalah nama makanan, kata papi sich itu makanan khas dari kota asalnya, Makassar, atau lebih tepatnya lagi dari daerah Bugis. Namun kepala buntung yang satu ini sangat spesial, dan beda dari yang lain, karena di masak oleh tangan-tangan handal anak-anak kost putri 165 bersama papi juga tentunya yang bertindak sebagai kepala kokinya...(tidak selamanya yang anda baca itu benar..hehe).
Dari pukul 10 pagi kami sudah mulai meracik bahan-bahan yang di perlukan untuk membuat kepala buntung ini, dari ngupasin kulit pisang, meras santen, sampai nganduk tepung dalam panci kami lakukan sama-sama, dan semua kehebohan itu seperti biasa selalu di abadakan, kali ini melalui video (maklum semua penghuni kost putri pada narsis, jadi ga heran kalo begitu..hehe). di tengah proses memasak pun begitu banyak kelucuan yang terjadi, ternyata papi yang masa kecilnya kurang bahagia, dipasar tadi (saat beli bahan pembuatan kepala buntung) dia beli cairan yang kalau di tiup jadi gelembung-gelembung balon gitu, bahkan beli dua lagi, udah gitu dia ga tau cara makainya, gelembung balonnya ga pernah jadi-jadi, gimana engga, orang papi niupnya aja kaya orang ngajak kelahi,kenceng banget...gimana balonnya ga takut buat keluar(ya...kami sebagai penghuni kost putri yang tahu kecilnya papi ga bahagia sich memaklumi aja sifat kekanak-kanak kan nya..hehe...peace pi)
Yach begitulah kami, tiada hari tanpa tertawa..hehe...

Sambil menunggu matangnya si kepala buntung, papi meracik adonan untuk nantinya disiramkan ke mbak Yuni yang kebetulan hari ini ulang tahun (engga kebetulan sich sebenarnya, emank sudah takdirnya begitu..hehe). Ya biasalah kalau di kost putri 165 ini ada yang ulang tahun, sudah pasti bakal di jailin ama papi. Adonan ini memiliki komposisi yang cukup baik untuk kategori sangat menjijikkan. Satu gelas makanan ikan yang oromanya menyengat, 1/4 kg terigu, cacahan kulit pisang yang penuh dengan getah, 1/2 kg ampas kelapa parut, 1 liter air got. Semua bahan-bahan tersebut di campur jadi satu dalam sebuah teko. Di aduk sampai rata. Adonan siap untuk di gunakan.
Singkat cerita, kepala buntung nya pun masak juga, tapi gak langsung di makan, karena kebetulan anak-anak kost putri siang itu lagi banyak yang keluar jadi acara makan-makannya dilaksanain sore hari dech, sekali gus buat ngerayain ulang tahun mbak Yuni.
Pukul 16.00 wkp (waktu kost putri 165), melalui pengeras suara, papi meminta kepada seluruh penghuni kost untuk berkumpul di taman. Setelah semuanya berkumpul maka acara santap kepala buntung pun dimulai. Anak-anak Kost pun menikmati makanannya dengan lahap, sesekali di selingi dengan canda tawa. Kepala buntung ala kost putri 165 ternyata di gemari oleh para penghuni kost (sebenarnya rasanya biasa aja sich....hehe...tapi kekeluargaannya yang luar biasa).

.....dan kehebohan pun terjadi, saat papi menyiram mbak Yuni dengan adonan yang telah disiapkannya. Adonan pun memenuhi sekujur tubuh mbak Yuni. Kejar-kejaran pun terjadi. Papi yang ingin menyiram anak-anak yang lain malah papi yang kena siram ama Cita (penghuni KP  165 kamar 25). Karena Cita berhasil menyelamatkan diri maka Sally yang baru saja datang jadi bulan-bulanan papi. Sally disiram pakai kepala buntung. Rambut, wajah dan baju Sally penuh dengan kepala buntung. Hahah....

Kemudian acara dilanjutkan dengan berfoto bersama (lagi-lagi bernarsis ria..hehe) dan di tutup dengan saling ejek, bahkan teman papi pun tidak luput kami jahili...sampai-sampai dia malu-malu kebo gitu terus masuk ke kamar papi dan ga balik-balik lagi..hehe (maaf ya mas yang belum tahu namanya siapa, jangan jera ke kost kami, itu tanda perkenalan kita..hehe).
Dan yang paling menghebohkan, AKU PUAS MELUMURI KEPALA BUNTUNG DI RAMBUT HINGGA SEKUJUR WAJAH PAPI....hehe...


Selesai...acara sore ini pun berakhir, kembali ke kamar masing-masing untuk mandi, membersihkan diri dari lumuran kepala buntung.....hehehe.

Wednesday, 21 December 2011

KOST KU ISTANA KU

Sebuah catatan dari Eva Febriany


Hai gays....
Perkenalkan, namaku Eva, Ibu RT Komplek KP 165, usiaku masuk 19 tahun pada Februari 2011 lalu. Sekarang aku sedang menempuh pendidikan di Universitas Palangkara dengan mengambil jurusan Teknik Sipil.
Sejak awal kuliah, aku sudah tinggal di Kost Putri 165. Sejujurnya aku tinggal di sini berawal dari faktor ketidak sengajaan (bukan keinginan sendiri gitu). Aku tinggal di sini hanya karena ajakan teman, namun setelah dijalani aku jatuh cinta dengan kost ini. Hehehe....
Menurut teman-temanku yang pernah berkunjung ke kost ku ini, katanya kost ku ini bangunannya elit, unik karena disalah satu bagian bangunannya ada yang menyerupai kapal dan pokoknya bagus dech menurut mereka. Ehm...ternyata teman-temanku hebat ya menilai sesuatu, yach karena memang begitulah adanya.
Kost ku ini memang unik dan untuk kisaran kota tempat tinggalku ini memang sangat jarang di temukan bangunan kost seperti ini, bahkan hingga sampai saat ini aku belum pernah menemui bangunan kost yang mmenyerupai atau bahkan meyerupai kost- an ku ini. Justru yang sedang mejaur saat ini kost- an dengan model memanjang, bertingkat dan atau saling berhadapan antara bangunan yang satu dengan yang lainnya tanpa memberikan sedikit nuansa artistik membuat bangunan-banguna kost itu kelihatan sangat monoton.
Dari depan kost ku tidak tampak seperti kost-an, bahkan bisa dikatanak lebih mirip rumah tinggal, makanya tidak jarang teman-temanku yang ingin berkunjung, suka nyasar mencari kost-an ku ini, karena tidak menyangka kalau rumah yang mereka kira rumah tinggal tersebut ternyata kost-an. Hehehe.....
Ketika kita memasuki kost-an ku, maka yang pertama kita temui adalah sebuah ruangan yang cukup luas yang berfungsi sebagai ruang tamu yang di desain sedemian rupa sehingga terasa nyaman untuk menerima tamu ataupun belajar kelompok bersama teman-teman. Diruangan tersebut kita akan menemui sebuah TV merk Toshiba (eits...gak maksud promosi ya...) berukuran 29 inch lengkap dengan jaringan TV berlangganannya, Indovision (jadi puas dach nontonnya). Kemudoan kita juga akan menemui 2 buah aquarium berukuran sedang yang diletakkan di kedua sudut ruangan sehingga semakin mempercantik ruangan tersebut.
Diruangan tersebutpun terdapat dua meja beserta kursi-kursinya yang sengaja diletakkan untuk menunjang fasilitas belajar bagi penghuni Kost Putri 165 (KP 165). Dan yang tak kalah menarik, pada dinding ruangan ditempel mading Kost Putri 165 yang didalamnya terdapat banyak sekali kumpulan cerita-cerita yang ada di kost ini. Ada cerita tentang ulang tahunnya anak Kost Putri 165,cerita tentang penghuni kost yang lagi tamsya bersama, cerita tentang kepedulian antar sesama penghuni kost saat diantara mereka ada yang sakit, sampai pada foto penghuni kost yang lagi mojok dengan pacarnya. Kemudian di dinding itu pula kita akan temukan sebuah lukisan karya Papi. Aku mengira lukisan itu karya pelukis profesional, eh… ternyata itu karya seorang amatiran. Hehehe.... tapi tenang Pi, lukisannya bagus kok…. Wuueeekkk….
Papi, ya Papi adalah salah satu icon kost putri 165 ini. Mungkin tanpa Papi kost ini bagai sayur tanpa garam. Hehehe...tapi itu bener kok. Papi ini kerjaannya keluar masuk penjara. Sudah pasti di benak kita itu tergambar seraut wajah garang nan seram. Kejam, pembunuh berdarah dingin, tapi ternyata diluar dugaan dia seorang yang sangat lembut dan murah senyum. Prikitiuuww… bahkan jika berkumpul dengan kami para leadis, jiwa pink-nya keluar (tapi dia tetap macho kok.. heheh…). Sifatnya yang sufel, apa adanya dan tidak pilih teman sehingga membuat kami semua sangat akrab sama Papi.
Oo ya, Papi juga teman berantemku. Berantem mulut sich… saling olok-olokan atau debat pendapat yang pada akhirnya selalu aku lah the winner-nya. Yeah..aku adalah sang pemenang. Hehehe… Secara tidak langsung, sikap dia telah mengajarkan kami tentang pentingnya kebersamaan. Perilakunya mencontohkan kami untuk selalu mengeratkan rasa persaudaraan kami anatara anak-anak kost sebagai seorang perantau yang jauh dari keluarga. Pokoknya Papi the best dach (meskipun kadang menyebalkan..hahaha…)
Lanjut ke masalah ruangan…
Nah yang paling menarik di ruangan ini adalah kaca transparan besar sebagai sekat pengganti dinding, sehingga pemandangan yang ada di dalam lingkungan Kost Putri 165 dapat terlihat dengan jelas. Taman beserta 30 kamar yang tersusun rapi serta sebuah bangunan kost yang unik karena desainnya yang mirip dengan kapal juga dapat terlihat jelas dari balik kaca besar tersebut. Keunikan dan keindahan kost – ku ini tidak kalah pula dengan keunikan dan keindahan kebersamaan yang tercipta di keluarga besar Kost Putri 165 ini. Kebersamaan kami cukup erat, baik antara sesama penghuni Kost Putri 165 maupun antara pemilik kost, yang biasa kami sebut Om Bos. Hal tersebut tampak jelas dari segenap aktivitas yang tidak pernah fakum di kost putri 165. Baik itu perayaan ulang tahun anak-anak Kost Putri 165 yang makanannya di masak bersama, ataupun kegiatan bertamasya bersama samapai kegiatan kecil seperti luluran bersama. Hehehe.. om Bos beserta istrinya juga turut andil dalam kebersamaan ini. Meskipun beliau orang yang sibuk, sering bolak balik keluar kota tapi beliau selalu menyempatkan diri minimal seminggu sekali untuk menjenguk kami. Dan saat yang paling menyenangkan adalah ketika Om Bos pulang dari luar kota karena kami akan di bawakan oleh-oleh, apakah itu donking donat, ataukah buah-buahan, ataukah yang lainnya yang dapat dinikmati bersama anak-anak Kost Putri 165. Hehehe…
Begitulah sekilas gambaran tentang kost – ku, menarik bukan..?
Tunggu cerita-cerita selanjutnya ya…

Monday, 19 December 2011

Bu RT Komplek KP 165

Bu RT. Mungkin hanya segelintir orang yang kenal ama dia. Maklum dia kan belum terkenal dan maklum juga kan dia bukan artis, tapi kalau di komplek KP 165 tempat aku tinggal dia cukup terkenal, dalam bahasa kerennya sech “POPULER”. Ya maklum dia kan Bu RT, wajar dong kalau warganya kenal ama dia. Dan yang pasti yang bikin dia populer karena dia satu-satunya penghuni komplek KP 165 yang meiliki bodi kayak BlackBerry. Hehehe...maap ya Bu RT.
Bu RT lahir sebagai keturunan orang melayu tepatnya melayu dari ujung Pangkalanbun. Lahir di tanggal 15 bulan Februari tahun 1992, dengan kondisi sempurna. Telinga, hidung, mata, tangan, kaki beserta jari-jarinya lengkap tanpa ada yang kurang begitupun dengan posisinya tanpa ada yang tertukar tempatnya.

Foto Bu RT lengkap dengan organ-organnya


Bagi aku, Bu RT itu memiliki wajah yang manis semanis dengan sifatnya yang ramah pada setiap orang, bahkan yang tidak dikenalnya sekalipun, misalnya dia berpapasan dengan orang dijalan maka ia akan dengan ceria melempar senyum manisnya... terkadang senyumnya tidak berbalas karena orang yang disenyuminya bingung, mungkin dalam hatinya bilang “'siapa lo.., stress kali ya”. hehehe....
Bu RT yang punya cita-cita ingin jadi jurnalis ini selain ramah juga humoris, tapi mungkin lebih tepatnya sech jail..Terkadang kalau ada warga baru, Bu RT suka ngerjain.. Pernah suatu hari ada penghuni baru di Komplek KP 165 lagi. Ceritanya sich mau ngerjain.
“Kakak kuliah ya..?” Tanya penghuni baru itu dengan wajah polosnya.
“Gak, aku asisten dosen di unpar” jawab Bu RT dengan santai. Maksudnya sich biar anak baru ini kelihatan bego karena berhadapan dengan asdos. Kan lucu tu ngeliat wajah bego nan polos. Namun di luar dugaan malah dia yang di skak mat.
“Oooo…pantasan kakak kelihatan tua dan lebih dewasa dari yang lain” jawab warga baru itu dengan wajah datarnya yang polos.
Hahahaha…. Tua..? makanya jangan jail kalau lagi orang serius nanya… kena sendiri khan.. atau memang udah TUA ya…tiga kali gak naik kelas ya waktu SD-nya ya.? Hehehe…

Bagi aku, Bu RT ini asyik diajak ngobrol karena dia tipe pendengar yang baik walau kadang bikin aku jengkel. Terkadang kalau aku ngomongin sesuatu dia suka mengumam “ yea”. Nada datar, tanpa ekspresi, dan wajah ke arah yang lain. Sikapnya itu seperti melecehkan apa yang aku omongin. Pernah aku protes kenapa dia kayak gitu. Katanya sich dia mengerti apa yang aku omongin. Tapi kata “yea” nya dan gayanya itu memmembuat hatiku teiris-iris. It’s ok. Gak apa-apa. Aku maafkan kok. Dia khan Bu RT tempat aku tinggal, takut kalau aku diusir dari wilayah kekuasaannya. Hehehe…

Kata Bu RT “ aku = pelangi” . Pelangi..? Pelangi itu kan memiliki bermacam-macam warna. Wah.. aku curiga ni di balik kerudung dan baju kurungnya itu terdapat panu, kadas, kurap di seluruh badannya. Ich jorok tu…jarang mandi ya...? Hehehe...
Kalau aku sech sependapat kalau hidupnya Bu RT itu seperti pelangi yang penuh warna. Kegilaannya yang membuat hidupnya penuh warna. Kegilaanya pada penyu, kegilaannya pada bisnis komersial, kegilaannya pada ilmu (tapi dia paling benci ama ilmu hitam), kegilaannya pada rumah (gak pagi, siang, sore, malam, hampir dia habiskan untuk menggambar rumah. Hihihi…), kegilaannya pada Fitri Tropica. Kalau ketemu ama teman-teman seperguruannya, maksudnya yang sama gilanya maka gaya alay-nya pun keluar… gaya bahasa ala Fitri Tropica.
“Tau gak llo, gw abis hamburin uang di mall..?” Bu RT dengan ekspresi ala Fitri Tropica.
“Gak tau gw. Ello hamburin kemana-mana uang lo..?” jawab temannya gak kalah alay-nya.
“Bego lo. Gw abis belanja ini itu ta’u, ampe uang gw abis sepuluh juta” ujarnya sambil mengacungin sepuluh jarinya ke muka temannya.
“tapi mana belanjaan lo?” jawabnya rada bĂȘte karena di bego-in ama Bu RT.
“ abis gw bagi-bagi ama orang miskin. Gw khan dermawan”
Ya itu lah satu penggalan obrolan alay-nya Bu RT.
Bu RT tidak hanya alay tapi juga gokil abizz… Dia kalau baru datang atau mau pergi, biasanya dia selalu mengucapkan “assalamu alaikum”. Namun kalau penyakitnya lagi kambuh dia juga akan mengucapkan salam namun pengucapan dan gayanya dengan gaya nge-rep. “Assalamu alaikum” diucapkan sebanyak tiga kali secara beruntun tanpa jeda di ikuti dengan gerakan kedua tangan yang ditusukkan kedepan secara bergantian. Hahaha….gila ya…
Terkadang dia juga mirip pendekar dari dunia persilatan. Dia mengingatkanku pada dewa arak dalam film silat yang dibintangi Barry Prima “malaikat bayangan”. Buntalan di pinggang, di belakang pundaknya tergantung sebuah tabung bambu yang berisi arak (dalam bahasa inggrisnya sich “baram”). Nah seperti itulah gaya Bu RT kalau mau pergi ke Kampus. Tasnya bergelantung di samping pinggangnya dan sebuah tabung di pundaknya yang berisi gambar (gambar rumah buat dipamerin ke teman-temannya. “woi lo, liat ni, gw jago nge gambar…! Hehehe…). Siap untuk pergi bertempur…

Kegilaannya pada dunia komersial tumbuh sejak dia bertekat ingin jadi orang kaya. Jadi maklum kalau dia rada-rada pelit ama uang. Sebenarnya bukan pelit sich tapi irit. Irit kan salah satu prinsip untuk kaya harta. (pelit ama irit beda-beda tipis lo.. hehehe…) Tapi kalau soal loyalitas jangan pernah diragukan. Karena dia sangat loyal ama teman-temannya. Di minta tolongin apa aja dia mau, selama dia bisa melakukannya maka dia akan ringan tangan akan membantu, bahkan mencabut bulu ketek sekali pun, karena dia berpikir bahwa membantu sesama dalam kebaikan itu adalah ibadah yang nantinya ibadah itu akan di ganjar berupa pahala dari Allah SWT. Sebagai umat islam, Bu RT percaya banget tentang adanya hari akhirat jadi kudu punya tabungan juga buat hari akhirat nanti berupa pahala.
Semoga amal Ibadah Bu RT di terima oleh Allah SWT dan diberi ganjaran pahala yang berlipat ganda. Dan semoga apa yang dicita-citakan Bu RT dapat tercapai. Amin... Hidup Bu RT... Merdeka...


Profil Bu RT
Nama Lengkap: Eva Febriani
Tempat Tanngal Lahir: Pangkalanbun, 15 Februari 1992
Pendidikan: Univesitas Palangkaraya Fakultas Teknik Sipil, angkatan 2010.
Hobby: niaga, belajar, ngumpulin uang yang banyak
Cita-cita : pengen jadi jurnalis

NB: bagi yang kenal dengan Bu RT dan pengen nambahin sesuatu tentang Bu RT, tulis aja di kolom komentar yang ada di bawah posting ini.

Saturday, 17 December 2011

Bidadari Turun dari Becak

Sebuah syair tak beraturan
oleh : Daeng Parukka

Dari Jauh mata memandang,tubuhmu sintal bak tubuh Zarah Azhari yang lagi tenar. Dari dekat mata memandang Wajahmu begitu indah untuk dipandang.
Tak ingin rasanya mengedipkan mata ini tapi apa daya sekumpulan angin datang menghantam wajahku membuat mataku berkedip,entah dari mana datangnya angin itu,tapi kurasa angin itu bersal dari dikau karena aku mencium aroma JENGKOL.
Kumelekkan kembali mataku dengan tajam dan kupandangi wajahmu.
MASYA ALLAH,
Keningmu Bak Gajah berbaris, Matamu bulat bercahaya bak Rembulan Dikala purnama, Hidungmu mancung semancung hidungku, Bibirmu indah apalagi jikalau engkau tersenyum membuat suasana menjadi adem.
Oh Dewata Yang Maha Sempurna,Sungguh engkau telah menciptakan mahluk ajaib yang begitu indah.
Ingin sekali rasa Hati Ini Memiliki dirimu tapi Seekor Kumbang telah bertengger dihatimu.Kucoba menembus jendela hatimu dengan Mata Malaikatku tapi sayang Mata Malaikatku terbentur pada gumpalan cintamu yang sebesar gunung terhadap sang kumbang yang mendahuluiku.Oh Dewata Yang Agung Haruskah Kukubur Cintaku ini.
Ingin Aku memasukkan kamu kedalam imajinasiku agar hati ini dapat terobati tapi diri ini menyadari,Tak sepadan tak setinggi denganmu kasih (kayak Lagunya Rhoma Irama),
Dikau Bak Bunga mawar yang sedang mekar sedangkan aku bak sampah
Dikau bak Peri yang turun dari becak sedangkan aku bak monster yang menakutkan,lalat pun takut menyapaku.
Oh sungguh tak pantas diri ini berhayal tentangmu.
Biarlah. Biarlah cintaku ini kukubur bersama imajinasiku dan mencoba untuk menjadi sahabat yang terbaik untuk kamu,itu pun kalau kamu sudi menjadikan aku sebagai sahabatmu.
Palangkaraya, Agustus 2003

NB: Syair tak beraturan ini aku tulis buat seorang cewek yang membuat tidurku tak nyenyak...syair ini aku tulis pada pukul 00.30 saat aku terjaga dari tidur dan susah untuk tidur kembali karena wajah cantik itu terus menyiksa batinku...maka aku putuskan untuk menulis syair yang nantinya aku berikan kepada cewek cantik yang belum begitu aku kenal...

Wednesday, 14 December 2011

Nabrak Kamar Mandi


Catatan Lastri
Minggu, 11 Desember 2011

Weleh...atit lagi...
Baru aja kemarin nabrak kamar mandi eh malah sekarang pake pingsan lagi...
Kemarin tu ceritanya gini...
Pintu garasi terletak di samping kiri rumah. Akses dari pintu garasi menuju kedalam sejauh 3 meter sangat sempit untuk ukuran sepeda motor karena hanya berukuran 1 meter. Hal ini dipersempit oleh adanya dua buah kamar mandi di depan pintu masuk garasi. Jadi pintu masuk ke garasi terlihat seperti sebuah terowongan pendek. Hal ini dipersulit pula karena pada saat dari luar mau masuk ke garasi merupakan belokan dan menaiki sedikit tanjakan sehingga pada saat mau memasukkan motor harus membutuhkan kecermatan dan keahlian berkendara yang mempuni karena kalau tidak sepeda motor akan menabrak tembok ataupun kamar mandi. Hehehe…
Hampir setiap hari ada aja anak-anak KP 165 yang motornya nyangkut di pintu garasi, apakah karena dia kurang hati-hati atau memang belum lihai naik motornya. Hehehe…(sori ya buat yang selalu nyangkut…). Nah kali ini giliran Lastri yang beraksi. Hari ntu Rabu tanggal 7 Sekitar pukul 19:00, Lastri baru saja pulang nyari makan di laut. Hehehe...di warung kaleee... Lastri langsung memasukkan motornya ke dalam rumah. Namun baru ban depannya yang menaiki tanjakan tiba-tiba ban depannya slip karena licin sehingga Lastri kehilangan keseimbangan. Dan akhirnya Ia pun terjatuh ketimpa sepeda motornya sendiri..Lastri mengalami cidera pada pahanya. Lastri tidak sanggup menggerakkan pahanya. Terkilir mungkin ya,,? Tau ah gelap..hehehe…itu yang terjadi pada Lastri, namun motornya tak mau kalah gengsi..kaca lampu dan tebeng bagian depannya pecah…cek cek cek…hendak menangis rasanya aku mendengarnya..hikz…
Kembali kepada Lastri..
Lastri sekarang berada di TWENTY ONE. hihihi… Tepatnya di tempat tidur mbak Arini (lho kok di twenty one sich, bukannya tu bioskop…? Iya, soalnya kamar mbak Arini tu kamar 21) terbaring dengan wajah meringis menahan sakit. Ia dikerubuni ama teman-teman sekosnya, anak-anak KP 165. Mereka tak kalah menyedihakan karena wajah mereka dibikin sesedih mungkin agar terlihat mereka ikut prihatin dengan keadaan Lastri (bukan dibikin-bikin kale tapi emang lagi prihatin beneran...) .

Setelah 20 menit menunggu akhirnya datang Papi, singkatan dari Pak Pirdaus (hehehe…lucu ya singkatannya) datang membawa seorang Nenek untuk memberikan pertolongan pertama pada paha Lastri yang keseleo (bahasa inggrisnya sich..terpelecok. hehehe..). oh ya nama nenek ini keren loh..namanya Nenek Galau. Maklum sekarang khan lagi tren tu kata galau jadi biar terkenal dan dapat job banyak maka diberilah nama Nenek galau. Hehehe…Silvy said : stop..bukan Nenek Galau namanya tapi Nenek Kurau..wah gak bener ni penulisnya ni..
Ops..cucunya marah..hehehe…
Nenek Kurau pun beraksi. Ia mengeluarkan perlengkapannya dari dalam tasnya. Ia mengeluarkan salah satu botol diantara beberapa botol yang ada di dalam tasnya (Gak mau kalah juga ya ama dokter yang membawa tas peralatan dokter..) Botol itu berisi minyak ajaib, sekali oles langsung “teriak”. Hihihi…. Tapi dijamin dah sembuh kalau uda waktunya..hehehe..
Lastri teriak-teriak kesakitan saat pahanya di bantai ama Nenek Kurau. Di gencet-gencet, di plitir-plintir, poko’e dibantai abizz..hahaha…abis gitu pahanya di balut dengan ramuan ala Nenek Kurau. Setelah di balut dengan ramuan maka berakhirlah ritual pengobatan dari Nenek Kurau..
Memang mujarab ramuan dari Nenek Kurau..esoknya Lastri udah bisa berjalan..hidup Nenek Kurau, Hidup Lastry..merdeka..hehehe..
Baru beberapa hari sembuh dari terkilir eh malah sekarang pingsan. Tepatnya hari Minggu, tanggal 11. Setelah magrib berlalu Lastri pergi ke dokter karena sakit kepalanya kambuh..setelah pulang berobat eh malah semaput. Tapi untung aja ga pingsannya uda di rumah bukan di tengah jalan. Eh dikerubuni lagi deh ama teman-teman se kost, anak-anak KP 165. Jadi rame dech kamarnya… 30 menit ia pingsan akhirnya Papi datang bawa mobil mau dibawa ke rumah sakit namun pihak keluarga Lastri bilang gak usah di bawa ke rumah sakit karena katanya dia bukan pingsan biasa tapi ada kakek buyutnya yang datang dari dunia lain untuk mengunjunginya. Jadi metode penyembuhannya harus dengan kekuatan ghaib pula.. ada-ada aja..ya sudah lah, kita ikuti aturan mainnya aja..

setelah hampir satu jam berkutat dengan embah buyutnya akhirnya Lastri pun siuman dan embah buyutnya pun pulang… yah ngeropotin banget sich mbah buyut nich… kalau mau say hallo gak usah pake nyiksa gitu dong… nih khan musim duren jadi bawa duren dong biar bisa dimakan rame-rame.. hehehe.. hus, orang tua di candain.. kualat lo.. maap yah mbah buyut…

Sunday, 11 December 2011

SAHABAT UNTUK SELAMANYA

Sebuah catatan dari SALLY MUNYAZH,

Satu dari sekian banyak waktu di kehidupanku,
mungkin tak akan lagi kutemukan saat-saat terbaik
yang sering kita lalui bersama...
Karena tidak dapat di pungkiri
akan ada saatnya kita tak mungkin bersama lagi...
Dimana semua gelak canda tawa itu tidak akan pernah kita rasakan lagi,
dimana semua kebersamaan itu tak akan kita lalui lagi...
Dan saat itu yang ada hanya kita sendiri
bersama kehidupan baru kita masing-masing
yang harus kita jalani sampai hari tua nanti
dimana segala sesuatunya akan jadi kenangan
yang sedikit demi sedikit akan memudar...
Sahabat...hari ini kukatakan, kamu, kalian, kita,
akan selalu ada disini, di hatiku,
dan semua moment yang berharga yang kita lalui dengan kebersamaan,
tak akan bisa terlupakan
meski nantinya hanya akan menjadi suatu kenangan
yang terekam dalam memori.
Tapi aku berjanji,
saat semua yang terjadi selama ini tak akan kita dapatkan lagi,
sampai saat itulah kau, kalian tetap dihatiku,
karena meski berapapun jarak yang memisahkan kita
sesungguhnya kita hanyalah sejauh do'a.


Sally Munyazh

Friday, 9 December 2011

Kehilangan

sudah tak terhitung hari aq tlah bersamanya. Sudah tak terhitung kenangan yg aq lewati bersamanya. Pada awalnya kebersamaanku dengannya begitu indah. Bercanda dan tertawa bersama. Hari-hari ku pun penuh warna. Main bola bersama, berlarian di bawah hujan, makan pentol bersama-sama. Semua aq lalui bersamanya begitu indah. Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan rasa itu pun datang...Jemu, Hambar. Aq tidak merasakan kebahagian seperti dulu, Keindahan percintaan seperti dulu. Hubunganku dengannya jadi terasa hambar. tiba-tiba aq merasa tidak cocok lagi dengannya. Sepertinya cintaku telah pudar. Aq tidak tahu kenapa perasaanku ini jadi berubah padahal kekasihku tak pernah sedikitpun meninggalkan aq, menghianati aq. Dia selalu setia dan tulus mencintaiku. Apa yang terjadi dengan diriku. Apakah karena mata malaikat itu, mata indah namun bukan mata kekasihku. Kata-katanya membuat aq melayang dan aq pun terpikat. Rasa bahagia yg dulu aq rasakan dengan kekasihku kini aq rasakan bila berada di dekat si mata malaikat. Akhirnya akupun memutuskan untuk meninggalkan kekasihku dan memilih bersama dengan si mata malaikat. Aq melalui hari-hariku dengan sangat bahagia bersama si mata malaikat. Hingga pada suatu hari aq mengetahui kalau ternyata si mata malaikat itu adalah bajingan. Dia mempunyai beberapa pacar. Dan aq adalah kekasih gelapnya diantara kekasih-kekasih gelapnya. Aq sangat terpukul, aq meradang. Betapa bodohnya aq begitu mudah termakan bujuk rayunya. Dan ketika itu aq tersadar betapa aq telah menyia-nyiakan cinta yg tulus dari kekasihku yg dulu. Aq masih ingat ketika aku memutuskannya, dia menangis, memohon agar aq tak meninggalkannya namun mataku tlah dibutakan oleh rayuan si mata malaikat sehingga aq begitu mudahnya mencampakkan kekasih yg benar-benar mencintaiku. Kini aku menyesal dan merasa sangat kehilangannya. Aq ingin dia kembali padaku. Namun semuanya sudah terlambat. Kini dia terbujur kaku, mati merana karena cintanya yg kuhianati. Ya Allah ampuni aq.. Tolong aku ya Allah, kembalikan dia kepadaku.....