Saturday, 24 December 2011

KOST KU ISTANAKU - part 2

(PULKAM MEMICU KEPALA BUNTUNG)
sebuah catatan dari EVA FERBRIANY

Jum’at, 23 Desember 2011
Hari ini, hari puncak arus mudik anak-anak kost putri 165. Satu persatu anak-anak pamit untuk pulkam alias pulang kampung, dari pukul 6 pagi sudah ada yang heboh menyiapkan keberangkatannya, sampai anak-anak yang ga berangkatpun juga ikut heboh mengantarkan keberangkatan mereka, mba Arini pun tidak mau ketinggalan menyaksikan momen ini (hahaha...), dia rela pagi-pagi sekali ke kantor untuk absen duluan yang kemudian balik lagi ke kost untuk ikut mengantarkan keberangkatan mereka, hehe....begitu hebohnya pagi ini, semua ini tidak lepas dari rasa persaudaraa kami yang erat dan tidak lagi menganggap satu dengan yang lain sebagai teman tapi saudara.
Sebetulnya liburan ini bukanlah libur panjang seperti libur usai ujian akhir, ini hanya libur untuk menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru, sekaligus sebagai hari tenang untuk menghadapi ujian akhir tanggal 2 januari mendatang, namun bagitulah kebiasaan kami para mahasiswa, juga termasuk anak-anak kost putri 165, dimana ada libur, walaupun Cuma sebentar seakan tidak ingin di sia-siakan untuk sejenak berkumpul bersama keluarga di kampung, sekaligus menjenguk kampung halaman. Meskipun di tempuh dengan jarak yang cukup jauh, mereka rela melakukannya, bahkan ada yang hanya naik kendaraan roda dua dengan waktu tempuh hingga 8 jam di perjalanan, (memang jagoan anak-anak kost putri..hehe), ada juga yang barasal dari kabupaten Kotawaringin Barat, dan mereka harus menempuh perjalanan selama 12 jam menggunakan bis angkutan umum lintas kota dan provinsi, dan banyak juga yang menggunakan travel, jasa angkutan perjalanan, semuanya sesuai selera masing-masing dan kantong masing-masing..hehehe....
Namun, sayangnya tahun ini berbeda untuk ku, ku tereliminasi di jajaran mahasiswa yang pulang kampung..hehe..karena tahun ini aku ga pulang, sedih sich, apa lagi ngelihat anak-anak banyak yang pulkam, jadi iri rasanya...(hehehe...so’ mendramatisir)...
Sedih ku ternyata terbayarkan oleh kehadiran kepala buntung (eitz....jangan berfikir yang macam-macam dulu yach..) kepala buntung itu adalah nama makanan, kata papi sich itu makanan khas dari kota asalnya, Makassar, atau lebih tepatnya lagi dari daerah Bugis. Namun kepala buntung yang satu ini sangat spesial, dan beda dari yang lain, karena di masak oleh tangan-tangan handal anak-anak kost putri 165 bersama papi juga tentunya yang bertindak sebagai kepala kokinya...(tidak selamanya yang anda baca itu benar..hehe).
Dari pukul 10 pagi kami sudah mulai meracik bahan-bahan yang di perlukan untuk membuat kepala buntung ini, dari ngupasin kulit pisang, meras santen, sampai nganduk tepung dalam panci kami lakukan sama-sama, dan semua kehebohan itu seperti biasa selalu di abadakan, kali ini melalui video (maklum semua penghuni kost putri pada narsis, jadi ga heran kalo begitu..hehe). di tengah proses memasak pun begitu banyak kelucuan yang terjadi, ternyata papi yang masa kecilnya kurang bahagia, dipasar tadi (saat beli bahan pembuatan kepala buntung) dia beli cairan yang kalau di tiup jadi gelembung-gelembung balon gitu, bahkan beli dua lagi, udah gitu dia ga tau cara makainya, gelembung balonnya ga pernah jadi-jadi, gimana engga, orang papi niupnya aja kaya orang ngajak kelahi,kenceng banget...gimana balonnya ga takut buat keluar(ya...kami sebagai penghuni kost putri yang tahu kecilnya papi ga bahagia sich memaklumi aja sifat kekanak-kanak kan nya..hehe...peace pi)
Yach begitulah kami, tiada hari tanpa tertawa..hehe...

Sambil menunggu matangnya si kepala buntung, papi meracik adonan untuk nantinya disiramkan ke mbak Yuni yang kebetulan hari ini ulang tahun (engga kebetulan sich sebenarnya, emank sudah takdirnya begitu..hehe). Ya biasalah kalau di kost putri 165 ini ada yang ulang tahun, sudah pasti bakal di jailin ama papi. Adonan ini memiliki komposisi yang cukup baik untuk kategori sangat menjijikkan. Satu gelas makanan ikan yang oromanya menyengat, 1/4 kg terigu, cacahan kulit pisang yang penuh dengan getah, 1/2 kg ampas kelapa parut, 1 liter air got. Semua bahan-bahan tersebut di campur jadi satu dalam sebuah teko. Di aduk sampai rata. Adonan siap untuk di gunakan.
Singkat cerita, kepala buntung nya pun masak juga, tapi gak langsung di makan, karena kebetulan anak-anak kost putri siang itu lagi banyak yang keluar jadi acara makan-makannya dilaksanain sore hari dech, sekali gus buat ngerayain ulang tahun mbak Yuni.
Pukul 16.00 wkp (waktu kost putri 165), melalui pengeras suara, papi meminta kepada seluruh penghuni kost untuk berkumpul di taman. Setelah semuanya berkumpul maka acara santap kepala buntung pun dimulai. Anak-anak Kost pun menikmati makanannya dengan lahap, sesekali di selingi dengan canda tawa. Kepala buntung ala kost putri 165 ternyata di gemari oleh para penghuni kost (sebenarnya rasanya biasa aja sich....hehe...tapi kekeluargaannya yang luar biasa).

.....dan kehebohan pun terjadi, saat papi menyiram mbak Yuni dengan adonan yang telah disiapkannya. Adonan pun memenuhi sekujur tubuh mbak Yuni. Kejar-kejaran pun terjadi. Papi yang ingin menyiram anak-anak yang lain malah papi yang kena siram ama Cita (penghuni KP  165 kamar 25). Karena Cita berhasil menyelamatkan diri maka Sally yang baru saja datang jadi bulan-bulanan papi. Sally disiram pakai kepala buntung. Rambut, wajah dan baju Sally penuh dengan kepala buntung. Hahah....

Kemudian acara dilanjutkan dengan berfoto bersama (lagi-lagi bernarsis ria..hehe) dan di tutup dengan saling ejek, bahkan teman papi pun tidak luput kami jahili...sampai-sampai dia malu-malu kebo gitu terus masuk ke kamar papi dan ga balik-balik lagi..hehe (maaf ya mas yang belum tahu namanya siapa, jangan jera ke kost kami, itu tanda perkenalan kita..hehe).
Dan yang paling menghebohkan, AKU PUAS MELUMURI KEPALA BUNTUNG DI RAMBUT HINGGA SEKUJUR WAJAH PAPI....hehe...


Selesai...acara sore ini pun berakhir, kembali ke kamar masing-masing untuk mandi, membersihkan diri dari lumuran kepala buntung.....hehehe.

1 comment:

  1. kasihan Yunie Wahyu, VaeVa Na Febriani ama Sally Munyazh jadi korban pembantaian. hahaha...
    buat Yunie Wahyu yang lagi ulang tahun, semoga panjang umur dan sehat selalu serta selalu mendapat rahmat dan hidayah dari Allah SWT. amin.... dan buat VaeVana Febriani dan Sally yang lagi tidak berulang tahun selamat menikmati lumuran kepala buntungnya ya... berrr....

    ReplyDelete