Friday, 12 April 2013

MEMULIAKAN ORANG TUA



Orang tua adalah sosok yang harus di dahulukan setelah Allah dan Nabi Muhammad. orang tua adalah sosok yang telah berperan penting dalam hidup kita. Mereka telah merawat dan membesarkan kita tanpa lelah dan tanpa pamrih. Jadi sudah sepantasnya lah kita sebagai anak berbakti kepada mereka, orang tua kita. Bahkan setelah menikah pun kita diwajiabkan berbakti pada kedua orang tua kita.
Tadi siang waktu sholat jumaat. Khotib berkhotbah dengan tema mumuliakan orang tua. Dalah khotbahnya beliau menceritakan sebuah kisah seorang anak laki-laki yang taat beribadah. Taat menjalankan perintah Allah SWT. Sholat lima waktunya tidak pernah ia tinggalkan, sholat sunnah pun selalu ia jalankan. Rajin bersedekah, zakat ia tunaikan.  Kewajibannya sebagai mahluk ciptaan Allah tak pernah ia abaikan. Bahkan hubungannya terhadap sesama manusia, ia selalu menjaga perilaku dan ucapannya dalam bergaul. Tak ada cela satu pun. sudah bisa dipastikan seratus persen dia akan menjadi calon penghuni surga. Hingga disuatu hari tatkala malaikat maut datang tuk menjemputnya. Dalam keadaannya yang sekarat ia dibisikkan syahadat di telinga kanannya. Namun jangankan tuk mengikuti ucapan itu, menggerakkan bibirnya saja ia tidak sanggup.orang-orang yang ada disekelilingnya pun terheran-heran karena sepengetahuan mereka ia adalah orang yang taat beribadah. Hingga akhirnya seseorangpun menanyakan perihal ini kepada Rasulullah SAW. Maka nabipun menanyakan kepada orang tua anak tersebut. “Apakah anak ibu selama hidupnya ia pernah menyakiti hati ibu”, Tanya Rasulullah kepeda ibu anak tersebut. “iya… sewaktu dia masih bujangan dia selalu memperhatikan saya, menyayangi saya, namun ketika dia sudah menikah dia tidak pernah lagi memperhatikan saya. Dia lebih sayang pada istrinya dibanding saya. Saya sangat sakit hati”
Nabi pun menyuruh orang tua tersebut untuk menemui anaknya di ambang sakaratul maut. Jiwa keibuannya pun muncul. Ia pun mendatangi anaknya. Baru sampai di depan pintu anaknya tersebut langsung bisa mengucapkan syahadat.  Jadilah ia meninggal dalam keadaan khusnul khotimah.
Marilah kita mengambil hikmah dari sepenggal kisah diatas bahwa betapa pentingnya berbakti kepada orang tua bahkan setelah kita menikah. Bersyukurlah kita yang masih memiliki orang tua. Jadi marilah dari sekarang kita memuliakan, berbakti kepada kedua orang tua kita. Jangan membuat mereka sakit hati bahkan sampai  membuat mereka meneteskan air mata kepedihan karena merasa tersakiti oleh kita.
Bagi mereka yang orang tuanya sudah tiada dan belum sempat berbakti kepada mereka maka lakukanlah ketiga hal berikut yaitu:
1.       selalu mendoakannya setelah sholat lima waktu maupun setelah sholat sunnah;
2.       selalulah beramal sholeh, menjalankan perintah dan menjauhi  larangan Allah SWT. Pahalah yang anda dapatkan akan diterima juga oleh kedua orang tua kita di alam sana (alam barzah)
3.       berbuat baik, selalu menjalin silaturahmi kepada orang-orang terdekat orang tua kita.
Insya’allah apabila kita menjalankan ketiganya ini maka kita sudah tergolong anak yang berbakti kepada orang tua kita.
Firman Allah:  “kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang ibu bapaknya..” (QS. AL AHQAF:15)
FIRMAN ALLAH : “..maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepda mereka perkataan yang mulia.” (QS. ISRAA’: 23)

MEMULIAKAN ORANG TUA



Orang tua adalah sosok yang harus di dahulukan setelah Allah dan Nabi Muhammad. orang tua adalah sosok yang telah berperan penting dalam hidup kita. Mereka telah merawat dan membesarkan kita tanpa lelah dan tanpa pamrih. Jadi sudah sepantasnya lah kita sebagai anak berbakti kepada mereka, orang tua kita. Bahkan setelah menikah pun kita diwajiabkan berbakti pada kedua orang tua kita.
Tadi siang waktu sholat jumaat. Khotib berkhotbah dengan tema mumuliakan orang tua. Dalah khotbahnya beliau menceritakan sebuah kisah seorang anak laki-laki yang taat beribadah. Taat menjalankan perintah Allah SWT. Sholat lima waktunya tidak pernah ia tinggalkan, sholat sunnah pun selalu ia jalankan. Rajin bersedekah, zakat ia tunaikan.  Kewajibannya sebagai mahluk ciptaan Allah tak pernah ia abaikan. Bahkan hubungannya terhadap sesama manusia, ia selalu menjaga perilaku dan ucapannya dalam bergaul. Tak ada cela satu pun. sudah bisa dipastikan seratus persen dia akan menjadi calon penghuni surga. Hingga disuatu hari tatkala malaikat maut datang tuk menjemputnya. Dalam keadaannya yang sekarat ia dibisikkan syahadat di telinga kanannya. Namun jangankan tuk mengikuti ucapan itu, menggerakkan bibirnya saja ia tidak sanggup.orang-orang yang ada disekelilingnya pun terheran-heran karena sepengetahuan mereka ia adalah orang yang taat beribadah. Hingga akhirnya seseorangpun menanyakan perihal ini kepada Rasulullah SAW. Maka nabipun menanyakan kepada orang tua anak tersebut. “Apakah anak ibu selama hidupnya ia pernah menyakiti hati ibu”, Tanya Rasulullah kepeda ibu anak tersebut. “iya… sewaktu dia masih bujangan dia selalu memperhatikan saya, menyayangi saya, namun ketika dia sudah menikah dia tidak pernah lagi memperhatikan saya. Dia lebih sayang pada istrinya dibanding saya. Saya sangat sakit hati”
Nabi pun menyuruh orang tua tersebut untuk menemui anaknya di ambang sakaratul maut. Jiwa keibuannya pun muncul. Ia pun mendatangi anaknya. Baru sampai di depan pintu anaknya tersebut langsung bisa mengucapkan syahadat.  Jadilah ia meninggal dalam keadaan khusnul khotimah.
Marilah kita mengambil hikmah dari sepenggal kisah diatas bahwa betapa pentingnya berbakti kepada orang tua bahkan setelah kita menikah. Bersyukurlah kita yang masih memiliki orang tua. Jadi marilah dari sekarang kita memuliakan, berbakti kepada kedua orang tua kita. Jangan membuat mereka sakit hati bahkan sampai  membuat mereka meneteskan air mata kepedihan karena merasa tersakiti oleh kita.
Bagi mereka yang orang tuanya sudah tiada dan belum sempat berbakti kepada mereka maka lakukanlah ketiga hal berikut yaitu:
1.       selalu mendoakannya setelah sholat lima waktu maupun setelah sholat sunnah;
2.       selalulah beramal sholeh, menjalankan perintah dan menjauhi  larangan Allah SWT. Pahalah yang anda dapatkan akan diterima juga oleh kedua orang tua kita di alam sana (alam barzah)
3.       berbuat baik, selalu menjalin silaturahmi kepada orang-orang terdekat orang tua kita.
Insya’allah apabila kita menjalankan ketiganya ini maka kita sudah tergolong anak yang berbakti kepada orang tua kita.
Firman Allah:  “kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang ibu bapaknya..” (QS. AL AHQAF:15)
FIRMAN ALLAH : “..maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepda mereka perkataan yang mulia.” (QS. ISRAA’: 23)