Friday, 9 September 2011

surat benci mos unpar 2011

Hallo Kak Sabrang
…ups…gak pantas aku memanggil kamu dengan sebutan kakak karena aku tidak punya kakak yang memiliki sifat yang jahat…kamu cocoknya kau panggil Kucluk…
Woi..kucluk, terpaksa kali ini aku merepotkanmu untuk membaca surat ini.
Sebelumnya, semoga kamu siap jiwa dan raga untuk membaca suaratku ini…
Sebelumnya, puncak amaraku kulampiaskan pada boneka monyet dikamarku dengan kutendang, kutusuk pisau, kucabik-cabik, namun itu semua tak cukup untuk mengobati rasa sakit hatiku dan amarahku pada kamu. Aku akan merasa cukup puas bila segala-kata-kata cacian dan hinaan yang paling busuk aku lontarkan langsung pada kamu…
Kucluk sialan, kucluk keong, dasar bego, dasar jelek, dasar gak punya otak, dasar idiot….dasar bungul…hahaha…bwee…
Mungkin kamu akan mengatakan aku pengecut, tapi aku hanya takut kalau berhadapan langsung dengan kamu, aku tidak bisa membendung emosiku dan mencabik-cabik dirimu dengan pisauku…
Sifat kamu yang arogan, sangat kasar, galak dan tatapanmu yang sinis telah membuat aku sakit hati, membuat hatiku berdarah-darah. Jangan salahkan kalau aku dendam denganmu karena sebenarnya sifat kamulah yang menanamkan rasa benci dan dendam dihatiku…
Cukup sampai disini suratku. Kurasa ini sudah cukup untuk membuatmu sadar bahwa betapa aku sangat membencimu…

Dariku yang mendendam
Ayuni Putri Dewi

surat cinta mos unpar 2011

Dear Kak Bagas..
Hai Kak, apa kabar..? baik dong…hehehe…
Mungkin kakak sedikit kaget dengan kehadiran suratku ini dan mungkin sedikit rada lucu dizaman modern ini masih aja pake surat-suratan (kecuali surat resmi..hehehe..)
…tapi apa boleh buat karena hanya lewat surat ini aku bias berceloteh…karena aku malu bila harus berbicara langsung dengan Kakak, dan terlalu panjang bila harus nge-sms kakak (nge-sms..? nomor HP kakak aja aku ga punya..hehehe…)
Langsung aja deh…
Kakak Bagas…sejak pertama melihat kakak, menatap mata kakak dalam diamku, ada rasa yang berbeda, debar jantungku tak menentu. Berbunga-bunga di hati ini bila kakak menyapaku, bahagia hati ini bila kakak berada di dekatku…apakah ini yang dinamakan cinta..?
Dari dulu aku ga pernah percaya tentang cinta pada pandangan pertama namun kali ini aku mengalaminya, dan aku percaya ini adalah cinta, cinta pada pandangan pertama…
Kak Bagas…sebenarnya aku malu untuk mengatakkan ini tapi aku takut ini akan jadi tumor di kepalaku karena selalu memikirkanmu dan takut jadi kangker di hatiku karena cinta yang kupendam…
Kak Bagas…maukah kakak menjadi pacarku, aku janji akan menjadi pacarmu yang setia dan akan selalu mencintaimu samapai penghujung usiaku.
Ku harap kakak mau membalas suratku ini, apapun jawaban kakak akan saya terima…
Terima kasih kakak sudah sudi membaca suratku ini..

Dariku yang mencintaimu
Ayuni Putri Dewi

surat benci buat senior

Kepada Kak Dwi Astuti

Kak Dwi…mungkin kakak sedikit bertanya keong mana yang memberikan kakak surat. Agar kakak tidak penasaran dan gentayangan menanyai satu-satu keong-keong maka biarlah kusebutkan namuku tiga kali biar kakak lebih jelas dan dapat mengingat namaku “jahriati..jahriati…Jahriati…”

Kak Dwi …semenjak ketemu dengan kakak, aku sudah di tanami dikepalu dengan kegalakan kakak. Kukira itu memang kesalahanku namun setiap kali aku ketemu dengan kakak, kakak selalu memarah-marahiku tanpa alasan dan berusaha mencari-cari kesalahan diriku….dari situ membuat benih-benih kebencian yang ada dalam diriku tumbuh dan tumbuh menjadi pohon raksasa yang membentuk serupa monster yang siap melabrak segalanya. Kebencianku kepada kakak telah mengubah dan membuang sisi positif yang ada pada kakak. Sehingga yang terlihat hanyalah kebencian…

Kak Dwi yang keong siput yang sangat aku benci…bila kelak aku jadi pengusa di negeri ini, aku akan mengusirmu jauh-jauh dari negeri ini dan kularang bagi Negara-negara lain untuk menerimamu…Hahahaha…..

Kak Dwi yang keong siput….sebenarnya bila kakak kalu diam kelihatan cantik sih, tapi kalau sudah tanduknya naik membuat aku seperti melihat monster yang hendak menelanaku… dan membuat aku berteriak sekali lagi….AKU BENCI KAK DWIIIIIII………..

Dariku Yang Penuh Benci

Jahriati

surat cinta buat senior

Dear Muhammad Rifai
Mungkin kakak terkejut dan bertanya-tanya melihat kehadiran surat ini. Dari mana surat ini datangnya…? Biar kakak gak pusing mikirinnya maka ini diriku pengagummu, Jahriati. Itu nama panggilanku. Mungkin kakak bertanya siapa Jahriati ini. Ya memang diriku baru muncul didunia persilatan ini tergolong masih baru (hehehe..), karena aku memang angkatan baru di perguruan ini.
Kak Rifai,…gak apa-apa ya aku memanggil kakak dengan sebutan Kak Rifai saja…? Sejak aku melihatmu aku merasa bahwa matamu adalah mata yang terindah yang pernah aku lihat. Matamu bulat bening dan tajam seperti mata elang. Menatap matamu membuat lawan jenismu akan terhipnotis dan merasakan dirinya berada disurga. Seperti diriku yang terhipnotis oleh keindahan matamu sampai-sampai aku menabrak temanku karena menatap matamu sambil berjalan. Gak lucu memang tapi itulah kegilaan yang terjadi pada diriku.
Kak Rifai..semenjak melihatmu aku tidak menunggu waktu untuk mengatakan kakak adalah lelaki terganteng yang pernah aku lihat. Mungkin kakak menganggap aku bercanda tapi memang tak dapat dipungkiri karena bukan hanya aku yang mengatakan Kak Rifai ganteng tetapi semua teman-temanku mengatakan demikian. Dan itu membuat aku semakin kokoh pada keyakinanku bahwa kakak memang lelaki terganteng seeeduniaa….
Kak Rifa..dan semenjak melihat kakak, aku tidak menuggu waktu untuk mengatakan kalau akau jatuh cinta pada kakak. Mungkin kakak mengatakan aku lebay..tapi memang itulah yang terjadi pada diriku. Memang cinta tidak pernah diduga datangnya dan muncul begitu saja. Datang begitu saja sejak aku melihat kakak.
Kak Rifai..semenjak melihat kakak semenjak itupula wajah kakak selalu membayangi langkahku, dalam lamunanku dan bahkan dalam tidurku kakak selalu hadir menghiasi mimpi-mimpi indahku. Dalam setiap hembus nafasku nama kakak selalu terlafas sayup-sayup.
Kak Rifai…sungguh..sungguh aku tak pernah berbohong tentang perasaanku ini padamu. Hatiku benar-benar terlanjur kakak bawa sehingga tak mampu lagi diri ini untuk pergi kelain hati.
Kak Rifai…sungguh bahagia diri ini bila hati yang kau tawan ini kakak sirami dengan cinta yang sama aku rasakan. Bila cintaku ini kakak sambut, aku akan persembahkan yang terindah buat kakak..
Cukup ini yang aku sampaikan karena malam kian larut…

Wassalam.

Jahriati