Friday, 23 May 2014

Berdansa Dengan Bayangan

Pagi itu kau bangunkan aku dari tidurku dengan sapaanmu yang lembut. Kau berbisik “ ayo sholat subuh”.  Aku melirik jam, sudah pukul 04.30. aku pun bergegas meninggalkan tempat tidur untuk melaksanakan sholat.
Setelah sholat aku bersih-bersih kamar, dapur, ruang tamu. “sudah sarapan..? sarapan geh sana” sapaan lembutmu menghentikan sejenak aktifitasku. Aku lirik jam. Sudah jam 07.00. hah..07.30 aku kan mau kekampus. Aku pun beranjak ke ruang makan menuruti permintaannya untuk sarapan. Setelah sarapan aku bergegas mandi untuk pergi kekampus.
“hati-hati ya di jalan. Jangan ngebut-ngebut” sapamu saat aku mau berangkat kekampus.
“jangan jajan sembarangan ya”
Aku berangkat dengan perasaan bahagia. Mungkin perhatianmu yang membuat aku jadi begini.
“sudah makan siang blom.? Jangan samapai telat makan siangnya ya” sapanya saat aku berjalan gontai meninggalkan ruang kuliah.
“habis makan siang langsung sholat duhur ya..” sambungnya lagi.
Setelah sholat aku duduk di ruang keluarga untuk menonton tv. Belum sempat aku menghidupak tv lagi-lagi kau menyapaku. “ bobo ciang dulu. Kasihan tu mata butuh istirahat. 10 menit juga ga apa-apa”
“oh ya aku lupa bilang kalau hari ini kamu cantik banget”. Aku tersipu malu.
Aku berangkat ke tempat tidur dengan hati basah. Bahagia.
hampir aku kebablasan tidurnya. Untung kau membangunkan aku. “ayo bangun. Kelamaan tidur siang juga ga baik”
“sudah sholat ashar belum” sapamu bebrapa jam kemudian
“habis sholat, belajar ya. Biar tambah pintar”
“mandi gih sana” sapamu pada hari senja.
“jangan lupa sholatnya”
“habis sholat, langsung ngaji sambil menunggu isya”
“sudah makan malam blom. Makan geh sana”
“selamat bobo. Jagan lupa berdoa. Semoga mimpi indah”
Aku menatap langit-langit kamarku. Hampir setiap menit kau menyapaku hari ini, begitu pun kemarin. Semenjak kau hadir dalam hidupku sebulan yang lalu, kau tidak pernah lupa menyapaku dengan sapaan-sapaan yang khas. Kau sungguh perhatian dan itu membuat aku merasa istimewa di matamu.
Kau raih tanganku dan kita pun berdansa dengan iringan lantunan suara jangkrik. Aku pun tertidur di bahumu.
Pagi ini kau kembali membangunkan aku seperti biasa. Namun aku tidak pernah bosan dengan sapaan-sapaan itu. Aku malah merasa sangat bahagia dengan perlakuannya itu padaku. Tapi apakah aku akan merasakan hal yang sama bila yang melakukan itu bukan dia. Atau jangan-jangan aku telah jatuh cinta kepadanya.  Tapi kok bisa ya aku jatuh cinta kepadanya. Sedangkan bertemu dengan dia pun aku tidak pernah. Selama ini kami cuma komunikasi lewat BBM. Apakah sapaan-sapaannya selama ini telah membuat aku jatuh cinta. Kalau aku jatuh cinta kepadanya, apakah cintaku akan terbalas. Tapi aku yakin dia pasti mencintai aku. Ngapain dia memberikan perhatian yang lebih kepadaku kalau dia tidak ada maksud lain dari semua itu. Pasti dia mencintaiku. Lamunanku buyar oleh sapaannya. “sayank, sudah sarapan.? Jangan lupa sarapan ya sayank”. Untuk beberapa menit aku tertegun tak bisa berkata apa-apa membaca sapaanmu di layar ponselku. Kau bilang sayang kepadaku. Aku kaget bercampur bahagia yang luar biasa. Sesaat aku melayang. Menari-nari di awan. Mendapaat sapaan sayang dari orang yang kuharap mencintaiku adalah hal yang sangat membahagiakanku.
“kenapa kau bilang sayang sama aku?”  tanyaku memancingnya. Berharap kau menjawab kalau kau mencintai aku.
“kenapa. Ga boleh ya?” . jawabanmu semakin membuat aku penasaran.
“takut aja kalau ada yang marah” pancingku lagi.
“kamu sudah punya pacar atau belum?” sambungku lagi tak sabar. Kucoba terus mendesaknya agar dia mau mengutarakannya kalau dia mencintaiku.
Enam detik tanda terkirim (D : Delivered) pesan terlihat dilayar ponselku. Lima nenit berlalu tapi tanda pesan sudah terbaca (R :  Read) belum muncul di layar ponsel. Aku berharap-harap cemas. Jangan-jangan dia sudah punya pacar. Kucoba kirim PING. Dilayar muncul tanda R. Dia sudah membacanya. Aku deg-degan menunggu jawabannya. Aku cemas, jangan-jangan dia sudah punya pacar. Sudah 30 menit berlalu tapi dia belum membalasnya. Aku kembali meng- PING dia. Terbaca (R). Tapi tak dibalas. Ku PING lagi. Lagi-lagi tak dibalas. Aku mulai gelisah. Aku takut jangan-jangan dia marah dengan pertanyaanku itu. Tapi apa yang salah dengan pertanyaanku itu. Aku rasa itu pertanyaan yang wajar-wajar saja. Sudah satu jam berlalu. Ada apa ini. Kenapa dia tiba-tiba seperti ini.
“Apa pertanyaanku salah.? Kalau salah, aku minta maaf” aku berusaha untuk memperbaiki keadaan ini. berharap dia menjawab untuk memberikan penjelasan kenapa dia tiba-tiba diam seperti ini. pesanku terbaca (R) tapi lagi-lagi tidak dijawabnya. Ku PING. Terbaca (R). Tidak dijawab. Ku PING. Terbaca (R). Tidak dijawab. Ku PING. Terbaca (R). Tidak dijawab. Dadaku pun mulai sesak. Mataku terasa perih. Aku tak tahan lagi. Aku pun menangis sejadi-jadinya. Aku tak bisa di perlakukan seperti ini. kau diamkan seolah-olah aku bersalah. Tidak apa kalau kau tidak ada perasaan cinta sama aku tapi paling tidak kau berikan balasan yang membuat aku bisa mengerti kenapa kau tidak membalas pesanku. Diam-mu membuat aku merasa telah membuat kesalahan kepadamu.  Padahal aku berharap kita bisa jadian. Pacaran. Aku terlanjur berharap kepadamu. Aku terlanjur jatuh cinta kepadamu. Dan ini semua kau yang memulai. Perhatianmu. Sapaanmu di setiap menit belakangan  ini telah membuat aku jatuh cinta. Kau memberikan harapan-harapan yang melambungkan jiwaku. Terbang menari-nari diawan. Tapi kau berbalik menghempaskan aku. Kau campakkan aku. Itu sangat perih. Tangisku pun semakin menjadi-jadi. Ke laut aja loe. Dasar PHP.

3 comments:

  1. Nice article Pi, salam blogger :D hehe

    ReplyDelete
  2. Itu sepenggal kisah dari curhatan anak kp165

    ReplyDelete
  3. Maaf mohon info nya, kos Putri 165 nya ada yg kosong ga? :) mau tanya via tlpn, no nya ga bisa di hub.. Thnks sebelum nya

    ReplyDelete