Friday, 27 April 2012

Jangan Dibaca

Kadang aku berfikir saat aku benar - benar lelah & tertekan kucoba berfokus pada keinginanku betapa inginnya aku dapat lebih tulus untuk menjalankan semua ini, jika saja tiada tempat untukku melabuhkan kasih sayang dan cinta, bukankah ada Tuhan ? Ada ALLAH SWT yang selalu ada untukku, walaupun tak mampu aku mengingkari aku butuh seseorang yang dapat berbagi suka duka denganku. Kondisi yang menekan sering menjadikan aku bersuara dalam hati '' biarkan saja yang menyakiti bersama hati dan hak mereka, dan inilah ujian kesabaran yang sebenarnya, bukankah ikhlas itu tak akan pernah kita ketahui dimana ujungnya karena itu rahasia Allah dan hamba-Nya yang telah diridhoi-Nya. Sekalipun memberikan yang terbaik, kadang tak kebaikan pula yang ku dapat, dan meskipun aku berusaha menjaga dan mengamalkan kejujuranku dengan pengertian demi pengertian tapi ternyata masih ada dusta yang dapat melukaiku tanpa rasa peduli. Atau bahkan dapat menghancurkan utuhnya percayaku. Tak kan berhenti saja disitu, masih ada lagi, tetapi karena kasih sayang-Nya, cinta-Nya mengajarkan aku untuk memaafkan. Mungkin itulah kenapa aku merasakan betapa pedulinya kepada jiwa - jiwa yang selalu menyakitiku. Mereka tak akan pernah tau, mungkin untuk sekarang, namun ku yakin sebuah kesabaran dengan sabar yang baik, itu pasti akan terasa. Rasanya memang kadang menyedihkan, karena aku seperti menghibur diriku sendiri, meleram keresahan dan gelisahku. Padahal itu tak mudah. Bagaimana aku dapat berkata itu gampang? :( jika saja aku selalu belajar dari apa yang telah aku dapatkan hari ini. Sementara semua juga butuh waktu untuk mencernanya. Aku dapat menangis, karena aku manusia. Terlebih lagi aku adalah wanita. Akan tetapi air mata bukan segalanya di atas pusara yang pedih ini. Duka tak dapat menutup hampa.SEMUA MENJADIKAN AKU BELAJAR LEBIH BIJAKSANA DALAM SEGI SUDUT PANDANG PUN JUGA PEMAHAMAN. ALHAMDULILLAH. . . . . . Tuhan Maha Adil, Maha Mengasihi dan Maha Menyayangi. Dan Dia selalu mempunyai cara untuk menyampaikan kecintaan-Nya kepada hamba-Nya. Memang pedih disaat kita butuh seseorang yang mampu menopang kita dalam kerapuhan namun itu tidak ada, atau bahkan mereka tak peduli kepada kita, tapi mungkin juga dari situ aku merasa, bahwa aku ini milik DIA seutuhnya..... Tuhan pun selalu merindukan kita yang merintih meminta dan berdo'a hanya pada-Nya.... Tiada yang berkurang sampai hari ini, bagi jiwa-jiwa yang pernah menghancurkanku, yang sempat menghempaskan aku ke jurang yang paling.....dalam. Sekalipun hantaman keras itu membuat hatiku membiru karena kepalsuan, dan membuat aku terbaring lemah, Sungguh Maha Besar Allah yang telah memberikan kasih sayang dan pengertian yang tulus padaku :) Dalam air mata ku bahagia, aku sangat bahagia, karena aku dapat mencintainya, mereka, dan aku dapat mengasihi jiwa yang pernah melukai dan MENCACI. Begitu dan betapa mereka adalah berharga. Lebih dari harta dan intan permata. Cukup ! Ku tutup catatan ini dengan lirihnya do'aku, ku seka perlahan air mata yang sejak tadi ku pertahankan untuk tetap berada di kelopaknya.
13 April pukul 5:26 · by Sally Munyazh

No comments:

Post a Comment